Dalam membuat pakan sapi perah komposisi ransum atau pakan, perlu menggunakan tabel patokan ketubuhan nutrisi, karena untuk menghasilakan produksi susu sapi yang optimal, maka kebutuhan pakan sapi perah juga harus dipenuhi dengan optimal. Jumlah gizi yang cukup dan jumlah konsumsi maknan dan minum yang cukup harus dipenuhi. 

untuk dapat meningkatkan kualitas hasil produksi susu sapi, maka sama juga dengan cara yang diterapkan pada sistem pemberian pakan pada sapi potong, yang juga menitik beratkan pada kualitas dan kuantitas pakan untuk meningkatkan produksi daging sapi potong. pemberian pakan sapi haruslah dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh sapi perah, misalnya kebutuhan pakan untuk kelangsungan hidup, kebutuhan pakan untuk perkembangan daging, kebutuhan pakan untuk produksi susu, serta kebutuhan pakan untuk pertumbuhan anak sapi. 


Baca juga : Jenis Sapi Potong Unggul Untuk Penggemukan


Komposisi Pakan Sapi Perah Berkualitas

Pakan sapi perah dikelompokkan menjadi tiga jenis, secara garis besar yaitu : sebagai makanan pokok sapi perah (hijau hijauan, kacang kacangan) dan sebagai makanan pelengkap (konsentrat) serta sebagai makanan ekstra nutrisi. untuk mendapatkan hasil produksi susu yang maksimal, maka akan deijelaskan secara terperinci tentang bagaimana komposisi pembuatan pakan sapi perah di bawah ini 

Pakan Hijauan Sapi Perah
Dalam beternak sapi perah, pakan hijauan bisa dikatakan sebagai pakan pokok (Macro). Jadi sumber utama untuk kelangsungan hidup sapi berasal dari sini. Umumnya pakan hijauan menggunakan rumput-rumputan berkualitas sedang seperti rumput raja, rumput gajah, rumput alam, rumput lapangan, rumput benggala, dan rumput setaria. Sedangkan hijauan berkualitas seperti kacang-kacangan leguminosa (gliricidia, lamtoro, kaliandra) dan bangsa umbi-umbian bisa jadi pilihan utama. Penggunaan pakan hijauan sifatnya wajib paling tidak sekitar 60-70% harus ada di dalam pakan ternak sapi perah disamping pakan tambahan. Pakan hijauan diberikan pada siang hari setelah pemerahan sebanyak kurang lebih 30-50 kg atau kurang lebih sekitar 10% berat badan sapi per ekor setiap harinya setelah sapi diperah agar susu hasil perahan tidak berbau. Bagi sapi yang menyusui bisa diberikan pakan 25% lebih banyak agar gizinya selama menyusui juga tercukupi. Tetapi tetap harus diperhatikan jika pemberian hijauan terlalu banyak bisa mengganggu pencernaan yang bisa berdampak pada badan sapi kegemukan yang akan mengurangi efisiensi produksi susu sapi bahkan bisa menyebabkan kematian karena displace abomasum. 

Disamping penggunaan makanan pokok, perlu juga ditambahkan pakan tambahan sebagai sumber nutrisi ekstra (Micro). Pakan sandingan yang banyak berpengaruh dan banyak digunakan agar hasil susu meningkat drastis adalah pakan konsentrat yang juga diaplikasikan pada jenis sapi lain seperti sapi pedaging dan pekerja. Pakan sapi perah jenis konsentrat tentunya memiliki komposisi yang berbeda dari komposisi untuk sapi pedaging. Komposisi khusus untuk sapi perah adalah sebagai berikut:
Dedak padi (bisa diganti dengan pollard) 25%, tepung jagung 25%, bungkil kelapa 25%, bungkil kedelai/bungkil kacang tanah/bungkil biji kapuk 20%, sisanya ampas tahu, garam dapur, kapur, tepung tulang masing-masing kurang lebih 1%. Dari prosentase itu kebutuhan bahan kering sudah dibilang tercukupi. Pemberiannya dilakukan saat pagi dan sore hari setengah jam sebelum sapi diperah agar kualitas susu tidak turun. Jangan lupa sapi harus selalu diberi minum cukup agar produksi susunya banyak, paling tidak 4 liter air minum untuk 1 liter susu yang dihasilkan atau 10% dari berat badan setiap harinya. 

Baca juga : Ternak kambing jawa

------------------------------------------------------

Share... demikianlah informasi tentang komposisi pakan sapi perah semoga bermanfaat untuk anda yang membutuhkan.,,

loading...

Ikuti Update Kami