Cara Budidaya Jahe Merah - Jahe merupakan salah satu jenis rempah-rempahan yang sangat banyak sekali kegunaanya untuk kesehatan tubuh kita. ada beberapa jenis jahe yang ada dan bisa untuk dikonsumsi, seperti jahe putih, jahe kecil/jahe emprit dan jahe merah. kali ini kita akan membahas tentang jahe merah yang bisa kita budidaya kan di pekarangan rumah ataupun lahan yang luas dan memang dipersiapkan untuk memulai usaha jahe merah. Jahe merah adalah tanaman semusim dengan tinggi sekitar 40 sampai dengan 50 cm. Perbedaan jahe merah dengan tanaman jahe biasanya adalah rasanya yang lebih pedas, rimpangnya lebih kecil dan warnanya yang kemerah-merahan berbeda dengan varietas jahe lain yang cenderung berwarna putih. Beberapa penelitian telah membuktikan jahe memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Kandungan senyawa jahe merah yang berpengaruh dalam aktivitas antioksidan juga telah ditemukan dan beberapa di antaranya telah diidentifikasi, di antaranya adalah ditemukan bahwa jahe merah merupakan sumber utama melatonin yang mampu melindungi DNA dari kerusakan akibat radikal bebas.

Cara Budidaya Jahe Merah

Cara Budidaya Jahe Merah

Banyak sekali yang membutuhkan jahe merah untuk kesehatan tubuh kita, selain banyak yang membutuhkan juga banyak sekali perusahaan pembuat jamu yang kekurangan stok jahe merah. kita bisa memulai budidaya jahe setelah kita mempunyai bibitnya, nah untuk memperoleh bibit tersebut kita bisa mencari di pasar ataupun di tempat orang sudah mempunyai tanaman jahe ini, atau memang sudah ada yang jualan untuk bibit jahe merah ini, yang bagus untuk dijadikan bibit ini adalah jahe yang sudah berumur satu tahun. beberapa langkah yang bisa anda ikuti di bawah ini dari usahabudidaya[dot]com, yang membahas tentang cara budidaya jahe merah di bawah ini :

Menyiapkan Media Tanam Jahe Merah
Sebelum melakukan pembibitan terlebih dahulu kita siapkan media tanam. Media tanam tidak jauh berbeda dengan tanaman lainya, yaitu tanah atau sekam dan dicampur dengan pupuk kandang
Pembibitan Jahe Merah
Proses pembibitan jahe merah diawali dengan pemilihan rimpang jahe merah sebagai bibit. Sebaiknya menggunakan jahe merah yang sudah tua (kurang lebih umur 10 bulan). Selanjutnya sebelum disemai bibit harus dibebaskan dari virus penyakit dengan cara potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung  lalu dicelupkan dalam larutan PHEFOC (Pestisida Herbisida E Fungisida O C) selama 15 menit lalu keringkan. (Larutkan 1 tutup PHEFOC ke dalam 14 liter air, tambahkan 2 sendok makan gula pasir, diamkan selama 15 menit, larutan PHEFOC telah siap untuk digunakan).
Rendam kembali dengan zat pengatur tumbuh SOT sekitar 6 jam. ( Larutkan 5 tutup SOT dengan 14 liter air, tambah 2-3 sendok makan gula pasir, diamkan terlebih dahulu selama 15 menit), larutan siap digunakan. Setelah perendaman lalu tiriskan sampe kering. Benih telah siap disemaikan.
Penanaman Bibit Jahe Merah
Dalam penanaman tidak ada cara khusus, siapkan media tanam dan polybag atau karung bekas. Setelah ditanam siram secukupnya dan jangan langsung diletakan pada ruangan terbuka. Setelah umur lebih 2 bulan bisa ditempatkan ke ruangan terbuka karena tanaman jahe merah ini akan bagus jika ditempatkan di ruangan terbuka dengan intesitas sinar matahari yang cukup tinggi.
Untuk tanaman jahe merah perawatan cukup dilakukan penyiraman setiap hari dan pemberian pupuk setiap 2 bulan sekali.  Dan setelah umur 10 bulan tanaman jahe merah ini sudah dapat dipanen.
 Demikianlah ulasan tentang budidaya jahe merah yang bisa langsung anda pratekkan di pekarangan rumah anda. baca juga artikel yang berkaitan dengan jahe yaitu tentang manfaat jahe bagi tubuh dan budidaya jahe di polibag  nah semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.., selamat mencoba.. 

loading...

Ikuti Update Kami