Penyebab latah dan cara mengatasinya - Latah mungkin sebagian orang menganggapnya sebagai hal yang lucu karena apapun yang diucapkan si pelatah adalah spontan dan kadang-kadang mengundang gelitik tawa. Tapi apa kalian semua tau apa sih sebenarnya latah itu? Kenapa kok bisa latah ya? apa sih penyebab latah? Dan gimana sih cara mengatasinya orang yang latah biar enggak latah lagi? Kalimat itu mungkin sering berada dalam otak dan pikiran kalian ya? Nah daripada nebak-nebak dan ngeramal apa sebenarnya latah itu, mending baca artikel ini biar kalian pada tahu apa sih latah itu, apa sih penyebab latah dsb, langsung aja ya, ini dia penjelasannya......
Latah disebut dengan Culture Bound Syndrome. Dikatakan demikian karena "penyakit” ini hanya dijumpai pada penduduk Asia, terutama Asia Tenggara. Belum ada ditemukan orang barat mengalaminya. Latah biasanya timbul ketika suatu keadaan fisik penderita secara spontanitas mengeluarkan respon (berupa ucapan kata-kata atau kalimat dan sering disertai gerakan tubuh) terhadap suara atau gerakan yang sifatnya mengagetkan penderita. Latah memang bukan gangguan psikologis yang serius dan malah banyak orang menganggapnya sebagai hiburan atau sesuatu yang lucu.
Beberapa psikolog seperti Winzeler dan Robert L, menganggap latah adalah keadaan fisik dimana penderita secara spontanitas mengeluarkan respon (berupa ucapan kata-kata atau kalimat dan sering disertai gerakan tubuh) terhadap suara atau gerakan yang sifatnya mengagetkan penderita. Latah juga bisa dikarenakan adanya keinginan atau kebutuhan yang tidak terpenuhi, sehingga terpendam di alam bawah sadar. Hal ini biasanya berlanjut menjadi mimpi atau mengigau. Mayoritas penderita latah adalah kaum hawa.

Tingkah laku yang mungkin direaksikan seorang latah, yaitu:
  1. Echolalia : meniru kata, bunyi atau ucapan pada saat terkejut
  2. Echopraxia : meniru perbuatan atau gerak-gerik
  3. Automatic obedience: menjalankan perbuatan atau gerak-gerik yang diperintahkan orang lain secara mendadak.
  4. Coprophilia : melontarkan kata-kata yang kurang pantas, biasanya berhubungan dengan seks, yang unik, kata-kata yang sering terlontar adalah yang mengandung huruf O, misal: copot, dor atau peot.

Cara Mengatasi Latah

  • Yaitu dengan psikoterapi. Psikiater akan mengajak pasien berbicara dan membukakan apa yang selama ini menjadi tekanan.
  • Jika latah itu sudah sampai ke tingkat kecemasan, misalnya konsentrasi penderita cepat buyar, atau dia selalu mengaitkan segala sesuatu ke arah seks, penderita perlu diberi obat anti cemas.
  • Dengan behavior therapy (terapi perilaku). Di Amerika pasien menjalani behavior therapy dengan cara disetrum. Penderita disuruh menonton film dewasa, jika dia latah dia distrum. Di Indonesia behavior therapy dilakukan dengan cara yeng lebih halus. Penderita di suruh menonton film dewasa dan adegan itu direkam. Saat hasil rekaman diputar, pasien akan merasa malu ketika melihat dirinya latah.

Ada beberapa teori yang menyebabkan timbulnya gangguan latah, yaitu :

  • Teori Pemberontakan. Dalam kondisi latah, seseorang bisa mengucapkan hal-hal yang dilarang tanpa merasa bersalah. Gejala ini semacam gangguan tingkah laku. Lebih kearah obsesif karena ada dorongan yang tidak terkendali untuk mengatakan atau melakukan sesuatu.
  • Teori Kecemasan. Gejala latah muncul karena yang bersangkutan memiliki kecemasan terhadap sesuatu tanpa ia sadari. Rata-rata, dalam kehidupan pengidap latah selalu terdapat tokoh otoriter, entah ayah atau ibu. Bisa jadi, latah merupakan jalan pemberontakannya terhadap dominan orang tua yang sangat menekan. Walau demikian tokoh otoriter tidak harus berasal dari lingkungan keluarga.
  • Teori Pengondisian. Inilah yang disebut latah gara-gara ketularan. Seseorang mengidap latah karena dikondisikan oleh lingkungannya, misalnya gara-gara latah, seseorang merasa diperhatikan dan diperhatikan oleh lingkungan. Dengan begitu, latah juga merupakan upaya mencari perhatian.

loading...

Ikuti Update Kami