Biji Wijen - Biji wijen banyak digunakan sebagai campuran jajanan pasar, orang-orang juga sudah dari dulu menggunakan biji wijen sebagai minyak goreng. Wijen merupakan tanaman semak musim yang biasa tumbuh di daerah tropis. Secara morfologi biji wijen berukuran kecil, oval, dan salah satu ujungnya runcing. Berat 1.000 biji bervariasi yaitu antara 2-4 gram. Kulit biji umumnya halus dan ada beberapa varietas berkulit kasar. Ada korelasi antara kekasaran kulit biji dengan kandungan minyak, makin kasar kandungan minyak makin rendah. Kulit biji semakin tipis, mutu wijen dinilai semakin baik. Warna kulit biji bervariasi tergantung varietasnya yaitu putih, kuning, cokelat, abu-abu, dan hitam. Warna kulit biji juga berpengaruh terhadap kandungan air, minyak, albumin, karbohidrat, serat kasar, dan abu pada bijinya. Koleksi plasma nutfah wijen di Balittas berat 1.000 bijinya berkisar antara 2-3,5 g, umumnya berkulit halus dan warna kulit adalah putih, cokelat,dan hitam. (Weiss, 1971).  Akar dari Tanaman wijen adalah berakar tunggang, pada akar lateralnya tumbuh akar rambut cukup banyak. Sistem perakaran tanaman wijen berbeda antara varietas yang satu dengan lainnya. Pada varietas yang tidak bercabang, perakaran cenderung berkembang ke arah dalam; sedangkan untuk jenis yang bercabang, perakarannya cenderung menyebar. Selain itu kegenjahan tanaman juga mempengaruhi sistem perakaran. Tanaman yang berumur genjah perakarannya lebih dangkal daripada tanaman yang berumur dalam.

Klasifikasi Tanaman Wijen


  • Kerajaan : Plantae
  • Subkerajaan : Tracheobionta
  • Super Divisi : Spermatophyta 
  • Divisi  : Magnoliophyta
  • Kelas  : Magnoliopsida
  • Sub Kelas : Asteridae
  • Ordo  : Scrophulariales
  • Famili  : Pedaliaceae
  • Genus  : Sesamum
  • Spesies : Sesamum indicum L.

Kandungan Ilmiah Biji Wijen

  • Serat
  • Minyak nabati
  • Protein
  • Abu
  • Residu bebas nitrogen
  • Asam oleat (asam lemak tak jenuh)
  • Asam linoleat
  • Vitamin E
  • Omega 6
Ilustrasi Biji Wijen

Manfaat Biji Wijen

  1. Pereda Nyeri.
    Pada zaman Rasulullah SAW, biji wijen pun sudah dikenal bahkan dijadikan obat untuk beberapa gangguan kesehatan seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut ini.
    Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah Muhammad SAW pernah menggambarkan tentang minyak zaitun, wars atau wijen sebagai obat sakit pinggang. (HR. At-Tirmidzi).

    Qatadah menjelaskan, lebih rinci apa yang dimaksudkan dalam hadits tersebut.
    "Diusapkan kepada penderita sakit pinggang dari arah yang sakit."
  2. Mencerahkan Wajah.
    Dalam buku metode pengobatan Nabi, BAB MANFAAT WIJEN, dijelaskan bahwa ada hadits shahih yang menjelaskan bahwa di zaman Rasulullah SAW, para wanita biasanya berhenti beraktivitas ibadah selama 40 hari ketika nifas. Bahkan diantara para wanita itu, menggunakan wijen sebagai masker di wajahnya karena berwarna merah kehitaman. Dengan menggunakan wijen diharapkan mampu mengembalikan kecantikan wajah para wanita yang sedang nifas tersebut. Kulit wajah yang merah kehitaman dapat pulih setelah dimasker rutin menggunakan biji wijen yang diolah.
  3. Baik untuk Kulit.
    Tanaman wijen tumbuh baik di daerah panas. Kualitas terbaik dari biji wijen berciri warna merah, lebut di tangan dan memiliki sedikit gabah.
  4. Wijen juga berguna untuk mengatasi beberapa gangguan kulit seperti gatal-gatal, eksim, panu,urap dan jerawat di permukaan kulit. Caranya adalah dengan mengoleskan biji wijen setelah dihaluskan.

loading...

Ikuti Update Kami